Islam dan Sumber-sumber Pengetahuan
Dalam teks-teks Islam -Qur'an dan Sunnah- dijelaskan tentang sumber dan alat pengetahuan:
1. Indra
dan akal
Allah swt. berfirman, "Dan Allah yang telah mengeluarkan
kalian dari perut ibu kalian, sementara kalian tidak mengetahui sesuatu pun,
dan (lalu) Ia meciptakan untuk kalian pendengaran, penglihatan dan hati ( atau
akal) agar kalian bersyukur ". (QS. al-Nahl: 78).
Islam tidak hanya menyebutkan pemberian Allah kepada manusia
berupa indra, tetapi juga menganjurkan kita agar menggunakannya, misalnya dalam
al-Qur'an Allah swt. berfirman, "Katakanlah, lihatlah segala yang ada
di langit-langit dan di bumi." (QS. Yunus: 101 ). Dan ayat-ayat yang
lainnya yang banyak sekali tentang anjuran untuk bertafakkur. Qur'an juga dalam
membuktikan keberadaan Allah dengan pendekatan alam materi dan pendakatan akal
yang murni seperti, "Seandainya di langit dan di bumi ada banyak tuhan
selain Allah, niscaya keduanya akan hancur." (QS. al-Anbiya': 22).
Ayat ini menggunakan pendekatan rasional yang biasa disebut dalam logika
Aristotelian dengan silogisme hipotesis.
Atau ayat lain yang berbunyi, "Allah memberi
perumpamaan, seorang yang yang diperebutkan oleh banyak tuan dengan seorang
yang menyerahkan dirinya kepada seorang saja, apakah keduanya sama ?"
(QS. al-Zumar: 29)
2. Hati
Allah
swt berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada
Allah, niscaya Ia akan memberikan kepada kalian furqon." (QS.
al-Anfal: 29) Maksud ayat ini adalah bahwa Allah swt. akan memberikan cahaya
yang dengannya mereka dapat membedakan antara yang haq dengan yang batil.Atau ayat yang berbunyi, "Dan bertakwalah kepada Allah maka Ia akan mengajari kalian. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. al-Baqarah: 282). Dan ayat-ayat yang lainnya.
Syarat dan Penghalang Pengetahuan.
Meskipun berpengetahuan tidak bisa dipisahkan dari manusia, namun seringkali ada hal-hal yang mestinya diketahui oleh manusia, ternyata tidak diketahui olehnya.
Oleh karena itu ada beberapa pra-syarat untuk memiliki pengetahuan, yaitu :
1. Konsentrasi
Orang yang tidak mengkonsentasikan (memfokuskan) indra dan akal
pikirannya pada benda-benda di luar, maka dia tidak akan mengetahui apa yang
ada di sekitarnya.
2. Akal
yang sehat
Orang yang akalnya tidak sehat tidak dapat berpikir dengan baik.
Akal yang tidak sehat ini mungkin karena penyakit, cacat bawaan atau pendidikan
yang tidak benar.
3. Indra
yang sehat
Orang
yang salah satu atau semua indranya cacat maka tidak mengetahui alam materi
yang ada di sekitarnya.Jika syarat-syarat ini terpenuhi maka seseorang akan mendapatkan pengetahuan lewat indra dan akal. Kemudian pengetahuan daat dimiliki lewat hati. Pengetahuan ini akan diraih dengan syarat-syarat seperti, membersihkan hati dari kemaksiatan, memfokuskan hati kepada alam yang lebih tinggi, mengosongkan hati dari fanatisme dan mengikuti aturan-aturan sayr dan suluk. Seorang yang hatinya seperti itu akan terpantul di dalamnya cahaya Ilahi dan kesempurnaanNya.
Ketika syarat-syarat itu tidak terpenuhi maka pengetahuan akan terhalang dari manusia. Secara spesifik ada beberapa sifat yang menjadi penghalang pengetahuan, seperti sombong, fanatisme, taqlid buta (tanpa dasar yang kuat), kepongahan karena ilmu, jiwa yang lemah (jiwa yang mudah dipengaruhi pribadi-pribadi besar) dan mencintai materi secara berlebihan.